Daftar Tokoh-tokoh Pegiat Jamu dan Herbal Nusantara
Daftar Tokoh-tokoh Pegiat Jamu dan Herbal Nusantara

Daftar Tokoh-tokoh Pegiat Jamu dan Herbal Nusantara

Diposting pada

Kemajuan jamu dan herbal Nusantara tidak lepas dari konsistensi tokoh-tokoh pegiat didalamnya. Konsistensi dari tokoh-tokoh pegiat jamu dan herbal Nusantara ini harus kita berikan apresiasi dan penghargaan. Sedikitnya ada 5 tokoh pegiat jamu dan herbal Nusantara yang masih konsisten hingga saat ini.

Konsistensi menjadi modal penting dalam kemajuan jamu dan herbal Nusantara pada era penuh tantangan. Kehadiran tokoh-tokoh pegiat ini mempengaruhii perkembangan jamu dan herbal Nusantara. Tanpa melupakan tokoh-tokoh pegiat lainnya yang belum disebutkan, 5 orang dibawah ini layak kita berikan apresiasi setinggi mungkin.

 

  1. Karyanto, MM

Drs. Karyanto, MM, seorang Sarjana Farmasi alumnus Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai jurnalis, dan lebih dari 25 tahun berkarir di sektor Farmasi Nasional. Latar belakang ini membuat Karyanto memiliki semangat besar untuk membangun dan menjaga jamu dan herbal Nusantara agar tetap bertahan di tengah kepungan zaman ini.

Bermodalkan semangat dan kecintaan pada jamu dan herbal Nusantara, Karyanto membuat portal khusus jamu dengan nama Jamudigital.com. Portal ini memberikan informasi soal jamu secara lengkap dan tepat waktu.

Menurut Karyanto, Indonesia memiliki 3 potensi yang besar. Ketiga potensi tadi berupa sumber daya alam (genetic resources), traditional knowdledge (pengetahuan tradisional), dan produk yang sudah dibuat (herbal medicine product). Berdasarkan keyakinan tadi, Karyanto memberikan perhatian besar pada jamu.

Membangun dan mengelola media Jamudigital.com menjadi bukti keseriusan Karyanto dalam mewujudkan keyakinan dirinya soal jamu. Sudah lebih dari 10 tahun, Karyanto meminpin Jamudigital ini. Karyanto memiliki keyakinan jamu bisa menjadi branding nasional Indonesia dikancah dunia.

 

  1. Jony Yuwono

 

Jony Yuwono menjadi salah satu tokoh muda yang aktif mendukung keberadaan dan eksistensi jamu di Indonesia. Jony Yuwono adalah pendiri Acaraki Jamu. Bagi yang belum tahu, Acaraki Jamu adalah perusahaan yang fokus pada penjualan jamu dan herbal Nusantara.

Tidak sekedar menjual jamu saja, Acaraki aktif memperkenalkan jamu dan Herbal Nusantara ke berbagai kalangan, termasuk ke luar negeri. Melalui website Acaraki.com, literasi jamu dapat menjangkau semua kalangan di seluruh dunia.

Jony sendiri memiliki pengalaman segudang dalam bidang industri. Sebelum mendirikan Acaraki, Jony pernah bekerja di berbagai industri mulai dari barang konsumen, konsultasi, konstruksi, ekspor-impor dan industri barang mewah. Pengalaman ini membuat Jony dapat melihat industri jamu dan herbal Nusantaraa secara lebih luas.

Selama bertahun-tahun, Jony pun aktif menggalang kerjasama dengan berbagai lembaga, baik pemerintah maupun non pemerintah. Tercatat, Jony pernah meminpin kerjasama dengan Dana Margasatwa Dunia (WWF), Nahdlatul Ulama (NU), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Pertanian Bogor (IPB), dll.

Memiliki semangat anak muda yang membara, Jony mencoba membawa jamu menjadi lebih modern. Acaraki banyak memperkenalkan teknik pembuatan jamu dengan gaya baru. Namun, Acaraki tetap menjaga citarasa jamu khas Indonesia ini.

 

  1. Roos Nurningsih

Sudah berusia 70 tahun lebih, Roos Nurningsih masih konsisten menjaga kelestarian jamu dan herbal Nusantara. Wanita asal Malang ini, sebelumnya tak memiliki latar belakang dalam bidang farmasi, termasuk jamu. Setelah pensiun dari perusahaan asuransi, Ibu Roos mulai aktif belajar soal jamu dan herbal Nusantara.

Setahun usai pensiun dari perusahaan asuransi tadi, Ibu Roos mulai tertarik soal jamu. Ibu Roos dengan bantuan dari sang adik, mulai belajar meramu jamu dengan bahan dasar jahe. Usai berhasil membuat jamu secara mandiri, Ibu Roos mulai memperkenalkan jamu yang dirinya produksi kepada teman dan saudara.

Mulai berhasil, Ibu Roos pun mengembangkan brand jamu sendiri dengan nama ‘Ibu Roos’. Mendapat bantuan pendanaan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Mandiri, jamu Ibu Roos terus berkembang. Kini, Ibu Roos sudah memiliki 7 varian jamu, mulai dari jahe, kunir, kunir putih, temulawak, jahe merah, dan kencur serta jamu vitalitas.

Produk Ibu Roos tak hanya beredar di Malang saja. Beberapa sumber menyebutkan, jamu Ibu Roos sudah menyebar ke beberapa kota di Indonesia, mulai dari Banjarmasin, Pontianak, Sulawesi Utara, Merauke, Bali dan Mataram.

Usai ikut pelatihan UMKM di Kota Malang, mendapat penghargaan dari pemerintah Kota Malang. Ibu Roos masuk dalam 30 UMKM terpilih di Kota Malang. BRI pun mendukung keberlangsungan jamu Ibu Roos, salah satunya dengan memasukan berbagai produk Ibu Roos ke Indonesia Mall.

Brand Ibu Roos pun kian meningkat. Tak hanya di Indonesia, jamu Ibu Roos kini sudah merambah beberapa negara di Asia dan Amerika. Tercata, jamu Ibu Roos sudah sampai ke Malaysia, AS, Australia, London hingga Jepang.

 

  1. Martha Tilaar

Selama ini, DR. Martha Tilaar lebih dikenal sebagai pengusaha kecantikan melalui perusahaan Martha Tilaar Group. Namun, Martha Tilaar memiliki perhatian besar pada perkembangan jamu dan herbal Nusantara di Indonesia. Dukungan Martha Tilaar kepada kemajuan jamu di Indonesia ini dibuktikan dengan beragam even yang dibuat beberapa tahun ini.

Wanita yang kini berusia 86 tahun ini, juga memiliki brand jamu sendiri dengan nama Sariayu. Pada tahun 2015 lalu, Martha Tilaar mengundang para penggiat jamu gendong, perwakilan instansi pemerintah, pihak notaris dan Taman Mini Indonesia Indah untuk melakukan penandatangan dan pembentukan Laskar Jamu Gendong Indonesia.

Martha Tilaar melalui Laskar Jamu Gendong Indonesia ini, ingin memberikan edukasi soal jamu dan herbal Nusantara lebih luas. Lebih rincinya, Martha Tilaar ingin Laskar Jamu Gendong Indonesia ingin memberikan pelatihan dan pembinaan kepada seluruh anggotanya. Diharapkan setiap anggota Laskar Jamu Gendong Indonesia ini semakin cerdas dalam mengembangkan usaha jamu dan herbal Nusantara yang selama ini menjadi mata pencaharian ini.

Tidak hanya untuk melestarikan budaya asli Indonesia, Martha Tilaar yakin jamu bisa lebih dikalangan dunia internasional. Martha Tilaar industri jamu memiliki banyak tantangan, salah satunya soal riset. Untuk bisa diterima kalangan internasional, jamu dan herbal Nusantara harus memiliki riset yang mendalam soal manfaat yang bisa diberikan. Namun, Martha Tilaar tetap konsisten untuk memajukan jamu, baik di Indonesia maupun dunia internasional.

 

  1. Aceng Sopyan, S. Ag

Aceng Sopyan, S. Ag menjadi salah satu tokoh pegiat herbal Nusantara yang masih konsisten. Pendiri Toga Nusantara, perusahaan herbal Nusantara ini, sudah 13 tahun lebih bergulat dengan masalah herbal Nusantara ini.

Bagi yang belum tahu, Toga Nusantara berasal dari singkatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA. Perusahaan ini bergerak di bidang produksi tanaman obat/herbal sejak tahun 2010. Sudah lebih dari 13 tahun berdiri, Toga Nusantara kini sudah memiliki sekitar 130 produk yang telah teregistrasi izin edar di BPOM dan disertifikasi halal oleh MUI.

Kepemimpinan dari Aceng Sopyan menjadi salah satu keberhasilan Toga Nusantara terus berkembang dalam 13 tahun terakhir. Konsistensi dari Aceng Sopyan dalam mengembangkan herbal Nusantara, menjadi resep lain dari kemajuan Toga Nusantara ini.

Tidak ingin kalah dengan perkembangan zaman, Aceng Sopyan terus berusaha meningkatkan pemasaran produk-produk herbal Nusantara kepada kalangan generasi muda. Aceng Sopyan memiliki keyakinan, herbal bisa diterima kalangan anak muda jika obat herbal tadi mudah dikonsumsi dan memiliki manfaat yang jelas untuk kesehatan. Jurus sederhana ini menjadi cara Aceng Sopyan dalam mengembangkan dan menjual produk herbal kepada generasi muda.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *