9 Pilar Kepribadian Positif

9 Pilar Membentuk Kepribadian Positif Anak

RekomendasiTeman – 9 Pilar Membentuk Kepribadian Positif Anak | Siapa yang tidak ingin memiliki anak yang cerdas, percaya diri, dan santun? Tentunya harapan semua orang tua, termasuk ibu dan ayah, adalah terbentuknya karakter positif pada anak-anaknya yang masih kecil.

Orang tua dapat membentuk kepribadian positif sejak dini. Sehingga tidak hanya melatih kecerdasan akademik tetapi juga emosional dan spiritual.

Ratna Megawangi, MA mengungkapkan bahwa peran orang tua harus dibangun sejak dini dalam membentuk kepribadian yang positif secara emosional dan spiritual. Sayangnya, banyak orang tua yang menyamakan kecerdasan anak dengan kemampuan akademik anak. Misalnya, dengan memiliki IQ tinggi dan nilai bagus di sekolah.

Baca Juga : Cara Beli Saham BRISyariah (BRIS) Secara Online

Sedangkan Dr. Ratna Megawangi, MSc menjelaskan bahwa kecerdasan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik saja. Namun kecerdasan secara umum dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu kecerdasan akademik (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ).

“Tentunya untuk pembentukan anak yang cerdas dan berkepribadian, menjadi tugas orang tua untuk dapat menyeimbangkan ketiga kategori kecerdasan tersebut. Harus dilatih untuk membentuk kepribadian positif bagi anak sejak dini. ”

Ratna Megawangi, MS memaparkan 9 Pilar Karakter dan 4K yang dapat ditanamkan pada anak untuk membentuk kepribadian positif sejak kecil.

  1. Cinta Tuhan dan semua ciptaan-Nya,
  2. Tanggung jawab,
  3. Kejujuran dan diplomasi.
  4. Hormat dan sopan santun.
  5. Murah hati, suka menolong dan kooperatif,
  6. Percaya diri, kreatif dan kerja keras,
  7. Kepemimpinan dan keadilan.
  8. Baik dan rendah hati,
  9. Toleransi, kedamaian dan persatuan

Sedangkan 4K yang dimaksud oleh Dr. Ratna Megawangi, MSc adalah tentang kebersihan, kerapihan, kesehatan dan keselamatan. Kunci sukses dalam membentuk kepribadian positif pada anak adalah keluarga.

“Keluarga adalah komponen yang kuat dan penting dalam membentuk kepribadian positif anak. Jadi, tidak hanya anak, tetapi juga orang tua harus menjadi panutan dalam sembilan pilar kepribadian dan 4K.”

Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk mengembangkan kepribadian anak mereka yang masih kecil?

Kualitas kepribadian positif anak dikembangkan dari lingkungan keluarga, sekolah, pilihan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari anak. Namun, orang tualah yang memiliki kesempatan paling besar untuk membangun karakter anak-anaknya. Apa yang bisa kau lakukan? Simak tips berikut ini:

#1 Jadilah panutan bagi anak Anda

Orang tua dengan karakter atau kualitas yang baik akan mengajarkan nilai dan standar yang baik kepada anak-anak mereka. Berikan contoh sopan santun kepada anak Anda melalui perilaku dan tindakan Anda.

Jika Anda jujur, atau juga bisa dipercaya, bahkan terkesan adil, mengingat sifat kasih sayang, si kecil pun akan menirunya. Apalagi jika dia merasa bahwa perilaku ini membawa kebahagiaan, kepuasan, dan kedamaian dalam keluarga.

Michele Borba, seorang psikolog, mengatakan bahwa empati merupakan langkah penting dalam penerapannya. Empati dengan hubungan antara orang tua dan anak memungkinkan kita untuk mengajarkan karakter positif dari anak muda. Jika si kecil merasa bahwa orang tuanya memahaminya, anak akan terdorong untuk melakukan hal yang sama seperti yang Anda lakukan

#2 Manfaatkan beberapa momen untuk membangun karakter anak

Ketika si kecil membuat kesalahan atau melanggar aturan rumah, ia harus mengetahuinya. Ibu harus menempatkan aturan-aturan yang dilanggar oleh anak kecil dengan cara mendisiplinkan anak dan menjadi cara untuk membentuk kepribadian anak.

Beri tahu anak Anda apa yang salah dan di mana lalu tunjukkan hal yang benar. Biasakan anak kecil untuk menentukan benar dan salah. Pastikan mereka memahami konsekuensi dari perilaku mereka.

#3 Berikan contoh kasus dari literatur dan kehidupan nyata

Gunakan cerita dari buku atau film untuk mengembangkan kepribadian positif anak Anda. Biasanya anak-anak menyukai cerita dengan visual yang menarik. Selain itu, ibu juga dapat menceritakan kisah hidup dan dunia di sekitarnya dengan bahasa yang mudah dipahami. Tawarkan pelajaran tentang nilai dan moral melalui kisah-kisah ini.

#4 Beri kesempatan untuk berlatih

Anak-anak harus mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari sebelum menjadi kebiasaan. Hal ini juga berlaku saat membangun karakter. Anak Anda dapat belajar dari teori, tetapi ia juga membutuhkan pengalaman langsung untuk mengetahui arti sebenarnya dari sebuah karakter.

Ketika anak Anda memiliki kesempatan untuk membuat keputusan (seperti harus memilih teman), bantu dia mengambil tindakan yang etis dan positif. Ibu dapat mengamati perilaku si kecil melalui aktivitasnya sehari-hari dan membantunya membentuk kepribadian yang baik.

Baca Juga : Cara Beli Saham BRISyariah

Untuk membantu membentuk karakter si kecil, Anda juga bisa mengajaknya bermain Cussons Kids Play yang bisa diunduh melalui Google Play. Ada Amazing Race melalui permainan waktu dengan Hot Wheels untuk anak laki-laki dan Rainbow Castle Adventure untuk anak perempuan.

Mainan ini dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan kreativitas anak Anda – salah satu dari dua karakter bagus yang dicari. Saat Anda mencoba untuk melewati setiap level, keterampilan berpikir si kecil ditantang sehingga mereka terlatih untuk memecahkan masalah.

Game dari Cussons Kids Play ini juga dapat meningkatkan bonding dan bonding antara ibu dan balita dengan cara yang menyenangkan dan penuh petualangan!

Check Also

picture Seni

Adalah Seni.

Contents 1 Pengalaman Manusia.2 Maka, seni adalah menciptakan persepsi baru.3 Imajinasi adalah alat untuk mengubah …

Leave a Reply

Your email address will not be published.